AICIS 19, RESMI DI BUKA MENKOMINFO, Pendidikan Islam Harus Siap Beradaptasi
Rektor dan Pinpinan IAIN Batusangkar Siap Terapkan Pendidikan Islam Digital

By Doni Okta 06 Okt 2019, 12:54:39 WIB Akademik
AICIS 19, RESMI DI BUKA MENKOMINFO, Pendidikan Islam Harus Siap Beradaptasi

Keterangan Gambar : Sabutan Menteri Menkominfo


Jakarta, Humas IAIN Batusangkar– Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara membuka secara resmi acara Annual International Conference On Islamic Stuides (AICIS) ke 19 di Hotel Mercure Batavia, Jakarta (1/10) malam.
Rudiantara menyebutkan di hadapan ratusan peserta AICIS 2019, ia berharap agar segenap stakeholder pendidikan Islam dapat mengantisipasi era disrupsi ini dengan baik. “Pendidikan Islam harus dapat beradaptasi untuk masuk ke dalam paradigma baru.” ujar Rudiantara.
“Pengajaran saat ini tentu saja tidak bisa hanya sekedar text book lagi, generasi saat ini harus didorong kreatif dan selalu bertanya mengapa harus begini dan mengapa tidak begitu, kita harus dapat menyiapkan generasi yang siap menghadapi era digital”  sambungnya.
Rudiantara mengatakan, Pendidikan Islam juga dapat mengambil peran strategis sebagai imunisasi generasi muda menangkal hoaks, fitnah dan namimah. “Jumlah lembaga pendidikan Islam yang besar, sangat potensial untuk mengambil peran tersebut,” tutur Menkominfo.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin Sebelumnya mengatakan, pertemuan ini memang diarahkan agar sarjana dan akademisi Islam dapat berkontribusi memecahkan masalah dunia.

Pendidikan Islam adalah ekosistem besar. Saat ini terdapat hampir seribu perguruan tinggi Islam, 72 ribu pendidikan dasar-menengah, 30 ribu pesantren, dan 7 juta madrasah takmiliyah. Dari lembaga itu terdapat 10 juta siswa, 4 juta santri, 1 juta guru, 32 ribu dosen, 500 profesor, dan 6000 doktor. “Total stakeholder pendidikan islam berjumlah 28 juta” tandas Kamaruddin.
AICIS ke 19 kali ini mengambil tema “Digital Islam, Education and Youth: Changing Landscape of Indonesian Islam”, sekitar 1700 sarjana islamic studies berkumpul di indonesia. Selama empat hari, pada 1-4 Oktober 2019, mereka akan terlibat dalam rangakaian konferensi di hotel Mercure Batavia, Jakarta.
Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA mengatakan apapun yang akan di terapkan mengenai permasalahan Pendidikan Islam harus dapat beradaptasi untuk masuk ke dalam paradigma baru, ini semua akan kita terapkan, terutama tema yang di angkat pada AICIS kali ini, nantinya di IAIN Batusangkar, melalui seminar-seminar yang akan kita angkatkan nantinya. “tutur kasmuri”(hm/dn)