Alumni BK IAIN Batusangkar Raih Rekor Muri, Rektor Marjoni Imamora Apresiasi
secara Tidak Langsung Tarmizi Telah Membesarkan Nama IAIN Batusangkar

By Doni Okta 29 Sep 2020, 16:04:32 WIB Kemahasiswaan
Alumni BK IAIN Batusangkar Raih Rekor Muri, Rektor Marjoni Imamora Apresiasi

Keterangan Gambar : Foto Rektor, Wakil Rektor III bersama Alumni Penerima Rekor Muri Tarmizi


IAIN Batusangkar- Rektor Dr. Marjoni Imamor, M.Sc. dan Dr. Sirajul Munir, M.Pd. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Batusangkar, Berikan Apresiasi Kepada Alumni STAIN/IAIN Batusangkar yakni Tarmizi, S.Pd.I., MM., CHt., CI,. CT. Sebagai Penerima Museum Rekor Indonesia (MURI) Penghargaan Rekor Sebagai Motivator Seminar Kewirausahaan di Provinsi Terbanyak.

Tarmizi adalah seorang Motivator, Trainer dan Inspirator yang telah berpengalaman mulai tahun 2007, dan Juga Lulusan Jusuran Bimbingan Konseling (BK) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) STAIN Batusangkar pada tahun 2008.

Rektor dan Seluruh civitas akademika merasa bangga dan juga mengucapkan selamat kepada Tarmizi yang telah menerima pengahargaan ini, secara tidak langsung Tarmizi telah membesarkan nama IAIN Batusangkar, Semoga penghargaan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi para alumni-alumni maupun calon alumni.

Dikesempatan itu Marjoni juga menyampaikan pesan, dalam waktu dekat ini kita IAIN Batusangkar akan alih status dari IAIN Batusangkar ke UIN Batusangkar, ini tentu harapan kita bersama baik dari Civitas maupun para alumni yang telah bersebar di seluruh Indonesia.

Sementara itu wakil Rektor III juga sampaikan ucapan selamat dan terima kasih yang telah memotivasi mahasiswa IAIN Batusangkar dari berbagai kegiatan sebelumnya, ini membuktikan betapa besarnya peran alumni terhadap almamaternya, dan ini sebagai pencambuk bagi mahasiswa IAIN Batusangkar.

Pada kesempatan tersebut Tarmizi sampaikan terimah kasih kepada seluruh Keluarga besar IAIN Batusangkar, karna kampus ini yang mengantarkan saya seperti ini, Semasa kuliah di STAIN Batusangkar pada tahun 2004 sebelum alih status ke IAIN batusangkar, beliau aktif dengan berbagai macam kegiatan dalam organisasi kampus maupun luar kampus, seperti mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan pengembangan diri. Pada Akhirnya beliau mendapat kesempatan dari kampus untuk mengikuti training ESQ 165 di UPI YPTK Padang tahun 2006.

Dengan berbagai macam pertimbangan akhir beliu memutuskan untuk membuat lembaga training yang bernama BTC Indonesia pada tahun 2007, dari ketekunan ini lah saya melakukan training dengan segenap kemampuan dan pengalaman yang di dapatkan dari Dosen IAIN Batusangkar, dimulai dari oraganisai kampus, masuk ke masjid, panti asuhan, sekolah dan permintaan training semakin meningkat bahkan melalang buana ke seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Dengan tingginya permintaan training dan motivasi yang terkait tentang pengembangan SDM, pendidikan, manajemen, ekonomi baik di dunia kampus maupun di perindustrian, tidak hanya Indonesia tetapi negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Kemudian bergabungan dengan TTR (Tour Travel Revolusi) dan mengikuti sertifikasi Trainer dan lulus menjadi peserta terbaik II dan melalang buana memberi motivasi tentang kewirausahaan. Dengan seluruh pengalaman dan penghargaan maka beliau terpilih sebagai salah satu peraih rekor Muri dari 34 Trainer di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2020 lalu.(dn/hm)