IAIN Batusangkar Promosikan Budaya Minangkabau di PW PTKA se-Indonesia

By Doni Okta 07 Mei 2018, 14:23:30 WIBKemahasiswaan

IAIN Batusangkar Promosikan Budaya Minangkabau di PW PTKA se-Indonesia

Keterangan Gambar : Pentas Seni Budaya Nusantara IAIN Batusangkar PW PTKA Se Indonesia Riau


Riau (Humas IAIN Batusangkar) Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan se-Indonesia di Bumi Perkemahan UIN Suska Riau begitu menarik. Tenda-tenda yang didirikan para kontingen begitu unik, salah satunya Kontingen Pramuka IAIN Batusangkar, semua Kontingen menampilkan kekayaan khas budaya masing-masing provinsi, tak ketinggalan budaya Minagkabau yang di persembahkan oleh kontingen IAIN Batusangkar.

Hadir di lokasi perkemahan Kontingen Racana El Mahmud Yunus. Rektor Dr. H. Kasmuri, MA Beserta Ibu, Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan dan kerjasama Dr. Rizal, M.Ag, Kabag Akademik dan kemahasiswaan Yarman, M.Ag beserta humas IAIN Batusangkar.

"Saya mengapresiasi kerja keras adik-adik pramuka Racana IAIN Batusangkar yang begitu kreatif mengenalkan dan mempromosikan Budaya Lokal Sumatera Barat" ucap rektor.

Ucapan selamat datang berupa kalimat "Selamat Datang di Kontingen IAIN Batusangkar Gudep 05.389 05.390." terpasang di pintu utama. Yang menggambarkan konjol Rumah Gadang di Minangkabau.

Para pengunjung bisa berpose/Foto di stannya IAIN Batusangkar dengan iyasan gapura "Gonjong Rumah Gadang" itu seakan mempromosikan budaya Minagkabau ke Kontingen PTKA se-Indonesia.

Sementara itu Pembina dari Kontingen IAIN Batusangkar Yuldelas harmi mengatakan, Kontingen Racana El Mahmud Yunus. Akan tampil dalam malam Pentas Seni Budaya Nusantara dari masing-masing kontingen seluruh PTKA se-Indonesia.

Di mana IAIN Batusangkar akan menampilkan Tari yang di beri nama “Basikencak” Tarian tersebut Menggambarkan anak muda Minangkabau memainkan kesenian sebagai parit pada Nagari, Memainkan Permainan Tapuak Gelombang dan Silek Sebagai Jati Kuatnya Anak Muda Minang, sementara itu tari Dulang Talam Bajamba yang melambangkan sebagai bukti Lembah lembutnya Gadis Minang dan Tari Piriang sebagai raya Syukur kepada sang pencipta atas panen pertaian yang diberikan, sebagai ketaatan terhadap agama dan syarak”ucap Yuldelas.(dn/hm)