BATUSANGKAR INTERNATIONAL CONFERENCE 2ND, THEME " ISLAMIC ECONOMIC DEVELOPMENT: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN GLOBAL ECONOMIC COMPETITION", OCTOBER 14-15, 2017
CLICK HERE FOR MORE INFORMATION...

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-72, "INDONESIA KERJA BERSAMA"

sy 2

Humas_IAIN Batusangkar,Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Dr. Reydonnyzar Moenek, M.Devt.M,beri kuliah umum di IAIN Batusangkar. Dirjen memberikan kuliahnya dengan tema problematika, peluang dan tantangan fiskal Sumatera Barat, relasi pusat dan daerah bagi peningkatan sektor pendidikan. Dihadapan seluruh Civitas Akademika IAIN Batusangkar, Bupati/WaliKota Se-Sumatera Barat dan Muspida Tanah Datar.

Pimpinan IAIN Batusangkar Dr.H.Kasmuri, MA, menyebutkan kuliah umum ini bertujuan sebagai ajang sosialisasi, silaturahmi bagi warga IAIN Batusangkar dengan kepala daerah se-Sumatera Barat yang sebagian besar baru dilantik dan seiring keluarnya Perpres nomor 147/2015 tentang peru­bahan alih status STAIN Batusangkar menjadi IAIN Batusangkar. Kami sekaligus ingin memperlihatkan bahwa selama ini civitas akademika cukup intensif dan empati terhadap kajian-kajian pem­ba­ngunan daerah dan pemberdayaan ma­syarakat.

Kasmuri juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Bupati Tanah Datar Ir­dinansyah Tarmizi, yang mendukung penuh agenda itu. Ia juga mengucapkan teri­makasihnya kepada Gubernur Irwan Prayitno baik selaku Gubernur Sumatera Barat maupun secara pribadi yang tidak hanya kali ini saja memberikan dukungan pada IAIN Batusangkar, begitu juga dengan Bupati Irdinansyah Tarmizi, baik sewaktu masih menjabat wakil bupati dan saat ini sebagai bupati maupun selaku pribadi.

Kuliah umum yang lansung diberikan Reydonnyzar Moenekakan menambah wawasan civitas akademika IAIN Batusangkar tentang keuangan daerah. Dan perlu diketahui bahwaReydonnyzar bagi IAIN Batusangkar adalah sosok yang menentukan juga pada detik detik terakhir atas teralisasinya alih status IAIN Batusangkar, sewaktu menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sumatera Barat. “Ia banyak memberikan inspirasi bagi kami dalam menghadapi kendala kendala dalam perjuangan alih status menjadi IAIN Batusangkar. Oleh karena itu dengan kehadirannya juga memberikan wawasan lebih luas bagi mahasiswa dan yang tak kalah pentingnya adalah dengan kegiatan ini akan mendekatkan IAIN Batusangkar dengan para Bupati dan Walikota se-Sumatera Barat.” Ujar Kasmuriyang Insya Allah akan dilantik menjadi Rektor IAIN Batusangkar.

DSC 0131

Ia berharap dengan kuliah umum ini akan memberikan manfaat bagi Kepala Daerah se-Sumatera Barat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan alokasi anggaran yang memadai tanpa berbenturan dengan aturan hukum keuangan di negara kita, ungkap Kasmuri menutup sambutannya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyebutkan Pendidikan seperti IAIN ini, adalah lembaga dibawah vertical. Kami dari daerah provinsi, kota dan kabupaten dengan APBD tidak bisa memberikan dukungan dan bantuan. Termasuk juga Hibah dan Bansos, karena diangap bukan kewenangan dari daerah tetapi kewenangan dari pusat. Anak-anak mahasiswa adalah rakyat kami yang juga membutuhkan bantuan. Besarnya perguruan tinggi didaerah kita, juga merupakan besarnya kita didaerah tapi apa daya tidak boleh, “Mudah mudahan dengan hadirinya Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnizar Moenek, dan juga pernah jadi Pj.Gubernur, bisa memahami perasaan hati kita” harap Gubernur

Berbicara mengenai problematika peluang dan tantangan fiskal, Irwan Prayitno menyampaikan Saya rasa, di Sumbar problem klasik ialah berkaitan dengan keuangan dalam rangka pembangunan. APBD kota dan kabupaten se-sumbar rata-rata hanya 5% PAD, 90% lebih dana dari pusat. Dalam bentuk DAO ataupun DAK kita tidak punya bagi hasil minyak gas, tidak punya royalty pertambangan dan panas bumi. Dan tidak punya juga bagi hasil yang lainnya untuk sumber daya alam, sehingga pendapatan kota dan kabupaten hanya berkaitan dengan jasa hotel, restoran, jasa retribusi, parkir dan sebagainya kalau di jumlahkan tidak cukup, itulah keadaan fiskal kita di Sumbar khususnya kota dan kabupaten. Tegas Irwan

Oleh karena itu, ini problem kita, bagaimana upaya sehingga dengan hadirnya pak Reydonnizar bersama kita sebagai orang pusat bisa membantu kita. Gubernur memberikan sebuah pantun “Batusangkar milik kita, pak Donny Moenek telah tiba, bantuanpun tak akan lama. Saat menutup dan membuka acara secara resmi “Habis beras tinggalah gabah, jaguang maupiah urang nan punyo. STAIN dulu kita lah barubah, IAIN Batusangkar kini namonyo.”tuturnya (hm/Sy)