SELAMAT KEPADA WISUDAWAN/TI SEMOGA ILMU YANG DIPEROLEH BERGUNA BAGI AGAMA,NUSA, DAN BANGSA

IAIN

PADANG - Mahasiswa jurusan Tata Negara Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar berkunjung ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Kamis (2/11). Mereka ingin mendalami tugas pokok dan fungsi DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Dipimpin Wakil Dekan Fakultas Syariah, Irma Suryani, kunjungan tersebut disambut Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim didampingi Sekretaris DPRD, Raflis.

"Kunjungan ini adalah dalam rangka menambah pengetahuan mahasiswa tentang tugas dan fungsi legislatif sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah," kata Irma.

Dia menambahkan, dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan mahasiswa mendapat pengetahuan lebih luas lagi mengenai tugas dan fungsi DPRD. Selain berkunjung ke DPRD, mahasiswa IAIN Batusangkar juga akan melakukan praktek kerja lapangan (PKL) di sejumlah instansi pemerintah provinsi termasuk sekretariat DPRD.

Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim menerima kedatangan mahasiswa tersebut menjelaskan mengenai optimalisasi peran dan fungsi DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD dan pemerintah daerah memiliki kedudukan sejajar dalam mengelola jalannya pemerintahan sesuai dengan UU tentang Otonomi Daerah," jelasnya.

Implementasi dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPRD, jelasnya, diwujudkan dalam tiga fungsi yaitu fungsi legislasi atau pembuatan produk hukum daerah, fungsi penganggaran dan fungsi pengawasan.

Disamping itu, anggota DPRD sebagai wakil rakyat juga memiliki tugas dan fungsi mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi dari masyarakat. Dalam konteks tersebut, DPRD dalam menjalankan fungsinya dapat mengawal kebijakan-kebijakan pembangunan agar berorientasi kepada kepentingan masyarakat. *publikasi.(dprd.sumbarprov.go.id)

andri

IAIN Batusangkar: Berangkat dari keinginan untuk berkarya sekaligus bermamfaat bagi masyarakat,Andri mahasiswa Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Batusangkar berhasil menorehkan prestasi ,tak tanggung –tanggung prestasi yang diraihnya kali ini berada dilevel  Nasional.

Mahasiswa semester tujuh jurusan  Ahwal Asy Syaihshiyyah Fakultas Syahriah IAIN Batusangkar ini terpilih menjadi pemuda pelopor tingkat nasional tahun 2017 karena hasil karya dan penemuan pompa Hydrant Berbasis Tanaga Kincir Air berhasil menjadi juara pada penilaian dibidang  inovasi dibidang tekhnologi Ramah Lingkungan tingkat Nasional.

“Alhamdullilah hasil karya, Saya ini mendapat penghargaan dari Pemerintah”Ungkap Pria yang lahir ndri tgl lahir 06 mei 1990 di padang data simawang kec. rambatan tanah datar ini.

Disampaikan pria asal Nagari Simawang Kecamatan Rambatan,Tanah Datar ini bahwa sebelum meraih peringkat nasional ini,dirinya harus mengikuti seleksi di tingkat Kecamatan Rambatan ,Kabupaten Tanah Datar,dan dilanjutkan di tingkat Propinsi Sumatera Barat,hingga Nasional yang dilaksanakan  pada tanggal 12 s/d 15 oktober 2017 kembali mendapatkan peringkat terbaik 1 bidang inovasi teknologi.
“Awalnya Saya melihat masyarakat Simawang cukup kesulitan untuk mengairi sawahnya,bahkan untuk MCK pun juga mengalami kesulitan,karena pemukiman warga dilereng perbukitan yang minim air,sementara air sungai yakni batang ombilin berada lebih rendah dari pemukiman warga ,melihat kondisi itu timbul niat saya untuk menghasilkan sebuah karya yang dapat dimamfaatkan warga “Sebut Andri.

Lebih lanjut Andri mengemukakan niatnya untuk membuat  pompa hiydrant berbasis tenaga kincir atau yg lebih   dikenal dengan kincia kamba tigo yang  terletak di jotong pdg data nagari simawang, rambatan, tanah datar, dimana kincir tersebut berfungsi untuk menaikan air dari batang ombolin ke pemukiman warga guna untuk memenuhi kebutuhan mck masyarakat dan pengairan irigasi.

“Rupanya keinginan Saya ini mendapat dukungan dari perantau terutama Pak omuar kamal itu seorang arsitek di PT WIKA Jakarta dan Pak Addu Hilall bendahara perantau serta Pak Dendi sekretaris perantau dan swadaya masyarakat sehingga akhirnya terciptalah Pompa Hydrant Berbasis tenaga kincir air yang Mampu menaikan air tanpa mesin dan listrik hanya memampaatkan terjangan air dengan ketinggian 128 meter vertikal dari permukaan sungai ke pemukiman warga dan jarak 1300 meter.

Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Kasmuri mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan Andri yang telah mengharumkan nama IAIN Batusangkar di tingkat Nasional.

“Teruslah berinovasi dan raihlah prestasi lainnya, kami keluarga IAIN Batusangkar terus mendukung dan mendoakan agar Andri lebih berprestasi lagi,dan kepada mahasiswa lainnya,jadikanlah Andri sebagai contoh dan motivasi “.


Demma1

 

Dialog Intraktif Mengawali Raker dengan tema: Refleksi Kebangkitan Pergerakan Mahasiswa Sumatera Barat

 

Humas_IAIN Batusangkar, IAIN Batusangkar gelar Raker dan dialog interaktif BEM Se-Sumatera Barat yang di helat lansung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Batusangkar tepat di Aula Auditorium kampus beberapa hari lalu.

Dialog interaktif yang mengusung tema “Refleksi Kebangkitan Pergerakan Mahasiswa Sumatera Barat” berlansung sangat hangat dan menarik, karena narasumber lansung Rektor IAIN Batusangkar dan Bupati Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi serta Ketua KNPI Sumatera Barat Defika Yuliandra.

Rektor IAIN Batusangkar Dr.H.Kasmuri, M.A menyebutkan Pertemuan ini agar dapat meningkatkan silaturrahmi dan soliditas mahasiswa antar universitas dan perguruan tinggi yang ada di Sumatera Barat.

Ia menambahkan semoga dengan adanya pertemuan para aktivis ini melalui rapat kerja dan dialog yang interaktif yang di gelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa IAIN Batusangkar berjalan lancar dan dapat melahirkan yang program-program kerja dalam rangka meningkatkan kreatifitas mahasiswa di kampus masing-masing. “melalui Raker ini di harapkan mahasiswa bisa mewujudkan Sumbar dan Indonesia Menjadi lebih baik kedepannya”Ujar Rektor saat membuka acara secara resmi.

Dr.H.Kasmuri,M.A yang juga sebagai pembicara menyampaikan keberadaan organisasi BEM di setiap kampus diharapkan bisa lebih berperan aktif dalam membangun mental positif mahasiswa, sehingga mahasiswa bisa menjadi mitranya pemerintah. Mahasiswa mempunyai peran besar dalam menegakkan Indonesia dan tidak penah absen dalam setiap perubahan yang terjadi.” Tegas Rektor

Lebih lanjut, Organisasi kemahasiswaan juga bisa menjadi mitra kritis pemerintah daerah. "BEM merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan daerah yang menjadi bagian integral dari pembangunan nasional. Oleh karena itu, para mahasisiwa yang tergabung dalam organisasi ini harus senantiasa menumbuh kembangkan sikap dan perilaku pemuda yang kritis, dinamis serta memiliki sifat-sifat perjuangan, kepemimpinan dan  idealisme tinggi,"sebutnya

Sementara itu, Ketua BEM IAIN Batusangkar Ridho Ilahi melalui ketua panitia Yana mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 17 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Barat yakni IAIN Batusangkar, AKBP STIE KBP, STMIK Indonesia, IAIN Bukittinggi, Stikes Alifah Padang, AMIK Daparnas, STAI PIQ Sumbar, UPI YPTK, POLTEKES Kemenkes, STIPER Sijunjung, UNP, UNAND, STIFI Yayasan Perintis, STKIP Lubuak Alung, IAIN Imam Bonjol, STKIP Adzkia dan STIKES Fort De Kock serta agenda lain pergi tour ke destinasi wisata Tanah Datar.

Adapun hasil dari Rapat Kerja BEM se-Sumatera Barat Kali ini yaitu dibentuknya Satgas Pengabdian Masyarakat dengan koordinatornya yaitu STIKIP AKBP Lubuk Alung.  Pe-launching-an logo dan pelantikan kampus yang baru bergabung dengan aliansi BEM SB yaitu AKBP STIE KBP Padang, STIPER Sijunjung, Poltekes Kemenkes Padang, STAI PIQ Sumbar, STIKIP Lubuk Alung, Stifarm Padang, dan Amik Deparnas LP3I Padang dll. (sri)

4441

 

Humas IAN Batusangkar, 20/112106. Sumatera Barat adalah daerah yang termasuk daerah rawan bencana, oleh karena itu masyarakat Sumbar harus punya kewaspadaan penuh untuk menghadapi bencana alam yang datangnya tidak bisa diprediksi. Dengan dasar pemikiran itu Korps Suka Relawan (KSR) PMI Unit IAIN Batusangkar mengadakan pendidikan Pra Diksar bagi anggota relawan yang baru mendaftar.

Pra Diksar kali ini diadakan pada hari Minggu 20/11/2016 di IAIN Batusangkar didukung penuh oleh Rektor IAIN Batusangkar dan Markas Komando PMI Kab. Tanah Datar. Adapun Peserta yang mengikuti Para Diksar ini sebanyak 48 orang calon anggota relawan dari 101 pendaftar dalam rekruitmen calon anggota 2016. Kegiatan Pra Diksar merupakan kegitan wajib diikuti oleh calon anggota baru sebelum mengkuti Diksar yang akan diadakan pada awal tahun depan, ungkap ketua KSR PMI Unit IAIN Batusangkar Cici Ladiya Elsa di lokasi Pra Diksar.

Adapun tema Pra Diksar tahun adalah ”Menciptakan Sukarelawan yang siap tanggap, disiplin, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tujuh Prinsip ke Palan Merah an”. Cici berharap calon anggota tahun ini benar benar menjadi suka relawan yang tangguh dan siap selalu dalam membantu masyarakat menghadapi peristiwa bencana bencana yang selalu datang tiba tiba. Adapun KSR PMI nit IAIN Batusangkar setiap terjadi bencana pada, selalu terlibat aktif bersama elemen tanggap bencana lainnya dalam meberikan bantuan. Seperti bencana yang terjadi di Pangakalan Solok Selatan dan lain sebagainya. Cici juga menjelaskan, dalam kegiatan sehari hari KSR PMI Unit IAIN Batusangkar juga memberikan pelayanan pertolongan pertama bagi mahasiswa yang menghadapi masalah kesehatan ketika mengikuti perkuliahan dan kegiatan kampus, dan memberikan bantuan Tim kesehatan bagi lembaga lembaga kemahasiswaan IAIN Batusangkar yang mengadakan kegiatan di luar kampus dalam bentuk satgas Unit kesehatan.

Bertindak sebagai pemateri dalam Pra diksar ini, tiga personal relawan Markas PMI Kab. Tanah Datar yang sudah berpengalaman dalam kerelawanan, Pertama Bagus wahyudi berbicara tentang sejarah dam gerakan Palang Merah Dunia dan Indonesia agar peserta memahami semangat latar belakang keberadaan Palan Merah di dunia dan di Indonesia, kemudian pemateri kedua adalah, Suci Amalia Chandra yang akan memaparkan tentang lambang dan prinsip Palang Merah, pembicara ketiga, Nia Permata Hati berbicara tentang kepemimpian, menajemen dan keorganisasian dalam Palang Merah Indonesia.

Menyinggung tujuh prinsip ke Palang Merah an, salah satu Pembina KSR PMI Unit IAIN Batusangkar Ns. Novi Anggaraini DS, S.Kep. menjelaskan, prinsip pertama, Kemanusiaan, prinsip kedua, kesamaan, Prinsip ketiga kenetralan, prinsip keempat, kemandirian, Prinsip kelima, kesukarelaan, prinsip keenam, kesatuan, dan prinsip ketujuh adalah kesemestaan. Adapun uaraian tujuh prinsip itu dapat dibaca di AD/ ART PMI dan dalam buku panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan Bencana PMI. (Humas IAIN. BSk)

Peserta Seminar PMR WIRA saat menyanyikan Indonesia Raya1

“MEWUJUDKAN SUKARELAWAN MUDA YANG AKTIF DAN KREATIF”

Humas_IAIN Batusangkar, Korp Sukarela (KSR) PMI Unit IAIN Batusangkar gelar seminar PMR Wira se-Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan yang dihelat di Aula Auditorium IAIN Batusangkar dilansungkan dalam rangka memperingati HUT UKM KSR PMI Unit IAIN Batusangkar yang ke-5.

Komandan KSR PMI Unit IAIN Cici Ladiya Elsa mengatakan, kegiatan seminar mengusung tema “Mewujudkan sukarelawan yang muda dan kreatif, serta menjunjung tinggi 7 prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional”, Seminar diikuti sebanyak 14 sekolah yang ada di Kabupaten Tanah Datar, dengan jumlah peserta per sekolah 3 orang dan 1 orang pembina.

Cici berharap agar peserta seminar dapat mengikuti kegiatan secara serius agar dapat mewujudkan sukarelawan muda yang aktif dan kreatif.

Komandan menjelaskan, seminar yang diberikan dalam bentuk materi tersebut.. Selain mendapatkan pengetahuan, ajang ini diharapkan mampu menjalin komunikasi dan silaturahmi di antara para peserta. Adapun pemateri berasal dari PMI Kabupaten Tanah Datar yakni Faisal,S.Hi dan Ns.Ungadi,S.Kep.

Selain itu, ia juga menambahkan KSRPMImerupakan ujung tombak Palang Merah Indonesia di tingkat perguruan tinggi. Dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan dituntut untuk professional dengan berlandaskanpadatujuh prinsipdasar GerakanPalang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu:Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan,Kesatuan dan Kesemestaan.” Tegasnya kemarin, saat di temui di Kampus IAIN Batusangkar

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Syariah Zulkifli menyampaikan sebagai organisasi yang memiliki tanggung jawab dengan dasar kemanusiaan, sudah sepatutnya Relawan muda Palang Merah Indonesia memiliki kesiapsiagaan, ketanggapan dan keprofesionalan di lapangan. “Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit IAIN Batusangkarmerupakan organisasi sosial kemanusiaan yang diharapkan mampu melaksanakan tugas dan peran serta dalam mengatasi permasalahan di atas dengan tetap berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, sehingga dapat terciptanya keadaan sosial yang diharapkan.” Ujarnya

Ia berpesan dengan materi-meteri yang diberikan nantinya, diharapkan ke depan para peserta PMR bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa memberikan manfaat kepada orang lain, Terutama di sekolah masing-masing. (sri/Humas)