SELAMAT KEPADA WISUDAWAN/TI SEMOGA ILMU YANG DIPEROLEH BERGUNA BAGI AGAMA,NUSA, DAN BANGSA

andri

IAIN Batusangkar: Berangkat dari keinginan untuk berkarya sekaligus bermamfaat bagi masyarakat,Andri mahasiswa Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Batusangkar berhasil menorehkan prestasi ,tak tanggung –tanggung prestasi yang diraihnya kali ini berada dilevel  Nasional.

Mahasiswa semester tujuh jurusan  Ahwal Asy Syaihshiyyah Fakultas Syahriah IAIN Batusangkar ini terpilih menjadi pemuda pelopor tingkat nasional tahun 2017 karena hasil karya dan penemuan pompa Hydrant Berbasis Tanaga Kincir Air berhasil menjadi juara pada penilaian dibidang  inovasi dibidang tekhnologi Ramah Lingkungan tingkat Nasional.

“Alhamdullilah hasil karya, Saya ini mendapat penghargaan dari Pemerintah”Ungkap Pria yang lahir ndri tgl lahir 06 mei 1990 di padang data simawang kec. rambatan tanah datar ini.

Disampaikan pria asal Nagari Simawang Kecamatan Rambatan,Tanah Datar ini bahwa sebelum meraih peringkat nasional ini,dirinya harus mengikuti seleksi di tingkat Kecamatan Rambatan ,Kabupaten Tanah Datar,dan dilanjutkan di tingkat Propinsi Sumatera Barat,hingga Nasional yang dilaksanakan  pada tanggal 12 s/d 15 oktober 2017 kembali mendapatkan peringkat terbaik 1 bidang inovasi teknologi.
“Awalnya Saya melihat masyarakat Simawang cukup kesulitan untuk mengairi sawahnya,bahkan untuk MCK pun juga mengalami kesulitan,karena pemukiman warga dilereng perbukitan yang minim air,sementara air sungai yakni batang ombilin berada lebih rendah dari pemukiman warga ,melihat kondisi itu timbul niat saya untuk menghasilkan sebuah karya yang dapat dimamfaatkan warga “Sebut Andri.

Lebih lanjut Andri mengemukakan niatnya untuk membuat  pompa hiydrant berbasis tenaga kincir atau yg lebih   dikenal dengan kincia kamba tigo yang  terletak di jotong pdg data nagari simawang, rambatan, tanah datar, dimana kincir tersebut berfungsi untuk menaikan air dari batang ombolin ke pemukiman warga guna untuk memenuhi kebutuhan mck masyarakat dan pengairan irigasi.

“Rupanya keinginan Saya ini mendapat dukungan dari perantau terutama Pak omuar kamal itu seorang arsitek di PT WIKA Jakarta dan Pak Addu Hilall bendahara perantau serta Pak Dendi sekretaris perantau dan swadaya masyarakat sehingga akhirnya terciptalah Pompa Hydrant Berbasis tenaga kincir air yang Mampu menaikan air tanpa mesin dan listrik hanya memampaatkan terjangan air dengan ketinggian 128 meter vertikal dari permukaan sungai ke pemukiman warga dan jarak 1300 meter.

Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Kasmuri mengungkapkan apresiasinya atas keberhasilan Andri yang telah mengharumkan nama IAIN Batusangkar di tingkat Nasional.

“Teruslah berinovasi dan raihlah prestasi lainnya, kami keluarga IAIN Batusangkar terus mendukung dan mendoakan agar Andri lebih berprestasi lagi,dan kepada mahasiswa lainnya,jadikanlah Andri sebagai contoh dan motivasi “.