BATUSANGKAR INTERNATIONAL CONFERENCE 2ND, THEME " ISLAMIC ECONOMIC DEVELOPMENT: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN GLOBAL ECONOMIC COMPETITION", OCTOBER 14-15, 2017
CLICK HERE FOR MORE INFORMATION...

SELAMAT KEPADA WISUDAWAN/TI SEMOGA ILMU YANG DIPEROLEH BERGUNA BAGI AGAMA,NUSA, DAN BANGSA

Mahasiswa IAIN Batusangkar

BATUSANGKAR— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Batusangkar yang mengabdi di Jorong Ta­ratak Sipuah Nagari Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung kembali menggiatkan didikan subuh di masjid dan musala.

Koordinator KKN IAIN Batusangkar Jorong Sipuah Ardi kepada Haluan, Minggu (31/7) menyebutkan, dalam pen­ye­lenggaraan didikan subuh itu disajikan berbagai materi ke­agamaan, seperti salat jenazah, dakwah, serta administrasi ma­nagemen dan struktur organisasi musala dan masjid.

“Kami merasa senang sekali berada di tengah warga Jorong Taratak Sipuah yang cukup jauh di pedalaman Kenagarian Sum­pur Kudus ini. Para generasi mu­da dan anak-anak sekolah disini cukup antusias dalam menuntut ilmu pengetahuan,” jelas Ardi.

Sementara Silvia Rahmi, anggota KKN IAIN Batu­sang­kar juga menyebutkan, para generasi muda yang melakukan akti­vitas di musala, juga dibe­rikan tata cara pencatatan dan pembukuan musala guna ter­se­lenggaranya sistem manajemen rumah ibadah yang baik.

Sementara Rizki Kurniawan Putra, jurusan PAI IAIN Batu­sangkar, dalam kegiatan KKN tersebut juga telah memberikan praktek mengajar di SD yang ada di Jorong Taratak Sipuah.  Ia memberikan mata pelajaran tambahan seperti praktek salat dan olahraga.

“Untuk kegiatan keagamaan bagi anak-anak tingkat SD, kita juga telah memberikan tata cara penyajian melalui ceramah se­cara berkelompok. Ternyata metode ini cukup menarik bagi anak-anak disini,” tutur Nining Irmala Sari.

Untuk para tunas muda hara­pan bangsa yang tergabung dalam kelompok belajar PAUD, juga disajikan materi berbagai makanan sehat dan bergizi.  Kepada anak-anak tingkat SD di Jorong Taratak Sipuah ini juga diberikan kursus mata pelajaran Bahasa Inggris yang nantinya diharapkan sangat bermanfaat bagi generasi masa depan wila­yah ini untuk menghadapi era globalisasi.

Selain membersihkan ling­ku­ngan pekaranan warga, ma­hasiswa KKN IAIN Ba­tusangkar tersebut juga telah menggiatkan olahraga voli bagi generasi muda setempat. Kegiatan itu diawali dengan membangun lapangan voli baru yang dilakukan oleh gerasi muda putra maupun putri. (http://harianhaluan.com/news/detail/57656/mahasiswa-kkn-iain-batusangkar-ajak-anakanak-ramaikan-didikan-subuh)

 

Foto Mahasiswa IAIN Batusangkar Sedang Ikuti Pembekalan KKN PPM

Humas IAIN Batusangkar : Jum’at 24/06-16 Dalam rangka menambah Wawasan Mahasiswa sebelum melaksanakan KKN-PPM tahun 2016, Badan Pengelola Kuliah Kerja Nyata (BP KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar adakan pembekalan.

Sebanyak 1143 Orang Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar ikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) selama dua hari pada tanggal 24-25 juni 2016 di Auditorium IAIN Batusangkar.

Pembekalan Kuliah Kerja Nyata dibuka langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan Dra. Desmita, M.Si Ketua LPPM Ulya Atsani, SH., M.Hum, Ketua BP KKN Drs. Adripen, M.Pd dan Dosen Pembimbing La­pangan (DPL).

Acara Pembeukaan Pembekalan KKN

Dalam sambutan Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA menyampaikan dihadapan ribuah mahasiswa yang akan mengikuti pembekalan tahun ini adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) Perdana Setelah Kita telah alih status, pada tahun ini kita sudah mengirimkan juga Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Luar Negeri sebanyak 5 Orang kenegara Serawak Malaysia, harapan kita tahun mendatang akan kita tambah mahasiswa dalam Program KKN Nusantara atau pertukaran Mahasiswa KKN dengan Perguruan Tinggi Se Indonesia “Ujar Rektor”

Sebelum melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditengah2 masyarakat, Kasmuri menghimbau kepada seluruh mahasiswa IAIN Batusangkar yang akan mengikuti KKN perlu mengaplikasikan teori-teori dalam bentuk nyata, seiring memenfaatkan sebagian ilmu pengetahuan yang diperoleh ditengah-tengah masyarakat, dan bisa melihat permasalahan ditengah-tengah masyarakat yang nantinya mempunyai rasa cinta kepedulian sosial terhadap kemajuan mayarakat. Terakhir Rektor berpesan mahasiswa IAIN Batusangkar agar menjadi sang Motivator, Inovator dan Problem Salver, dan tetap menjaga kesopanan dan nama baik Perguruan Tinggi. 

Ketua BP KKN Drs. Adripen, M.Pd Mengangkat Tema dalam pembekalan KKN tahun ini “Pemberdayaan Masyarakat Berbasiskan Pendataan dan Potensi Lokal” adapun materi yang akan disampaikan dalam pembekalan ini diataranya Gambaran umum Pelaksanaan KKN disampaikan langsung oleh ketua LPPM, Urgensi KKN di perguruan Tingggi disampaikan langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar, Strategi Dakwah, Teknik Penyusunan Prgogram Pemberdayaan di Masyarakat dan Strategi Implementasi Program Utama KKN IAIN Batusangkar.

Penyampain Materi pembekalan oleh Rektor

Pada kesempatan yang sama ketua LPPM Ulya Atsani, SH., M.Hum menyampaikan Program utama KKN-PPM IAIN Batusangkar tahun ini adalah Keagamaan, Manajemen Masjid dan Kemasyarakatan, pada KKN-PPM tahun ini IAIN Batusangkar akan menempati 4 Kabupaten, 6 Kecamatan dan 149 Jorong di Sumatera Barat “ucapnya”

Seorang sarjana harus melakukan Tri Dharma Per­guruan Tinggi, yaitu pen­didikan dan pengajaran, pe­neli­tian dan pengabdian. Kami harapkan mahasiswa dapat mentransfer ilmunya nanti di tengah masyarakat, baik yang diperoleh di bang­ku kuliah maupun dalam pembekalan KKN-PPM,” tutup Ulya Atsani ”. (Humas IAIN Bsk Doni)

 

 

Sambutan Ketua STAIN Batusangkar Dr.H.KasmuriM.A dalam Kegiatan Forum Komunikasi Lembaga Penelitian PTKI Se Sumbar

“KONTRIBUSI NYATA UNTUK KEMAJUAN MASYARAKAT SUMATERA BARAT”

Humas_STAIN Batusangkar. Penelitian sebagai salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi memberikan dampak kemanfaatan yang lebih. STAIN Batusangkar melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) mengangkatkan acara Forum Komunikasi Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Sumatera Barat yang diinisiasi juga oleh 2 PTKIN lain di Sumbar. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, diikuti sebanyak 18 orang peserta dari 21 undangan PTKI Se-Sumatera Barat.

Dikatakan, Ketua STAIN Batusangkar, Dr. H. Kasmuri, MA., menyebutkan, “Forum pertemuan ini memberikan arti mendalam bagi kita untuk mengembangkan dan memajukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di PTKI khususnya Sumatera Barat, yang selain kaya akan keindahan alam dan kelezatan kulinernya, juga dikenal dengan kekhasan budaya dan masyarakat yang agamis dengan difilosofiABS-SBK Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah”.

Lebih Lanjut ia menjelaskan forum ini tidak lain adalah agar PTKI lebih siap dan mampu dalam publikasi ilmiah. Persoalan pengelolaan jurnal ilmiah yang belum terakreditasi masih menempatkan kesulitan mendapatkan artikel sebagai kendala utamanya, sehingga jurnal tidak dapat terbit secara reguler atau berkala. Kasmuri mengharapkan “dengan adanya kerjasama yang kuat guna menyikapi masalah ini, terutama dukungan dan pembinaan dari PTKIN kepada PTKIS di Sumatera Barat yang terkenal sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan yang banyak melahirkan tokoh di tingkat nasional.” Tegasnya.

Peserta

Forum pertemuan ini mengundang Dr. Mamat S. Burhanuddin, Kasubdit Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Kemudian juga hadir sebagai pemateri, Subandriyah, Al Makin dan Saptoni. Acara itu ditargetkan untuk peningkatan kapasitas dan kualitas dalam pengelolaan jurnal ilmiah bagi para peneliti, khususnya dosen.

Sementara itu, Ulya Atsani, S.H., M.Hum., selaku Kepala Unit P3M STAIN Batusangkar juga menambahkan, “bahwa, PTKI baik negeri maupun swasta khususnya di Sumatera Barat kedepannya agar lebih mampu lagi meningkatkan daya saing dalam bentuk karya tulis dosen seperti Jurnal. Tidak sebatas penerbitan dalam bentuk cetak namun juga di On line-kan, sesuai keluarnya Surat Edaran Direktur DIKTIS untuk meng-on line-kan jurnal”

Foto Bersama Peserta Forum Komunikasi Lembaga Penelitian PTKI perguruan tinggi keagamaan islam Se Sumbar

Sesuai Permendiknas No. 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah dan Peraturan Kepala LIPI dan Dirjen DIKTI No. 1 tahun 2014 tentang Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah, Adripen, M.Pd., selaku ketua panitia mengharapkan agar kegiatan seperti ini memberikan dampak yang besar bagi PTKI di Sumbar. “Kegiatan ini selain sebagai forum silaturrahmi sesama pengelola penelitian PTKI, namun juga untuk meningkatkan kompetensi menulis dan mengelola jurnal sebagai kontribusi nyata”, ujar Adripen

Dahlia1

Humas STAIN Batusangkar: Setelah dikukuhkan pada akhir desember tahun lalu, Posdaya Dahlia, lewat Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Batusangkar berhak untuk ikut seleksi ke tingkat nasional setelah meraih Juara Harapan I pada Penilaian Lomba Posdaya Terbaik 2015 Tingkat Koordinator Wilayah Sumbar I, bertempat di Gedung Haryono Suyono Universitas Taman Siswa, kemarin.

Dikatakan, Rektor Universitas Taman Siswa, Irwandi Sulin saat membuka acara secara resmi menyebutkan penilaian lomba posdaya dimulai dengan perkenalan yayasan, kelembagaan posdaya dan program pemeberdayaan masyarakat melalui posdaya. “Melalui yayasan Damandiri Pengembangan pemberdayaan masyarakat melalui posdaya terus gencar diupayakan, karena diharapkan akan mampu merubah kondisi masyarakat ke arah yang baik, seperti aspek ekonomi, kesehatan, ibadah dan lainnya” Tegas Irwandi.

Lebih Lanjut, Arnes Suhaimi yang juga Koordinator Posdaya Wilayah Sumbar I saat menjelaskan kriteria penilaian dari dewan juri menjelaskan Penilai laporan kegiatan dalam perlombaan tahap ini, difokuskan pada pendataan dan pemetaan, dengan melihat sejauh mana bentuk dan hasil dari pencapaian program-program kerja yang sudah dirancang dan dilaksanakan oleh masing-masing posdaya.

Dahlia2

Sementara itu, Riky Afrizaldi, S.STP selaku Wali Nagari Lubuk Jantan juga ikut mendampingi rombongan berlomba.Sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah, baik tingkat nagari maupun kabupaten tidak hanya sebatas mensuskeskan program dari Posdaya Dahlia, namun juga turut membantu transportasi ke Padang dengan pengadaan dua unit kendaraan milik DPRD. “Kita dari pemerintah nagari tentu berharap bisa memberikan dan memfasilitasi kegiatan masyarakat termasuk untuk Posdaya Dahlia, dan semoga hadirnya kami disini juga bisa menambah semangat ketika berlomba” harap Riky.

Setelah seluruh posdaya tampil dihadapan lebih kurang 50 orang peserta dan tamu undangan, akhirnya dipilih 5 posdaya terbaik. Pada lomba ini, Posdaya Dahlia meraih Juara Harapan I, itu artinya otomatis berhak untuk mengikuti tahap seleksi tingkat nasional bersama 4 posdaya lainnya. Ulya Atsani, SH., M.Hum., Kepala P3M STAIN Batusangkar yang turut serta mendampingi Posdaya Dahlia tidak kecewa dengan hasil yang diraih. “Untuk seleksi nasional kita harus memperbaiki dan melengkapi kekurangan dari laporan yang telah disampaikan, karena mengingat persaingan tingkat nasional tentu akan lebih ketat dan selektif lagi” tutur Ulya kepada Kabarancak.Com di Batusangkar.

Dahlia3

P3M STAIN Batusangkar awalnya mengirimkan 3 laporan kelompok posdaya mengikuti lomba ini, namun hanya Posdaya Dahlia yang akhirnya masuk 10 besar dan berhak mengikuti tahap penilaian di Padang. Masing-masing kelompok diwakili oleh 3 orang pengurus untuk mempresentasikan laporan kegiatan posdayanya. Posdaya Dahlia sebagai salah satu posdaya yang aktif di Nagari Lubuk Jantan, Kec. Lintau Buo Utara, Kab. Tanah Datar ini sangat bersemangat tampil dihadapan Dewan Juri. Seluruh pertanyaan yang dilemparkan juri, bisa dijawab dengan yakin dan mantap oleh tim Posdaya Dahlia yang dipimpin Ibu Sasriwati saat presentasi.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Rektor Universitas Taman Siswa, Irwandi Yusuf,SH dan juga beberapa pengurus yayasan. Diikuti 9 kelompok posdaya dari 10 kelompok yang dinyatakan lolos seleksi penilaian laporan tingkat wilayah Sumbar I oleh panitia, pengurus menyampaikan laporan kegiatannya dihadapan dewan juri yang berjumlah 5 orang, peserta dan tamu undangan lainnya. Dewan juri tersebut yaitu Arnes Satriani, SH., MH., Joni Zulhendra, S.H.I., MA., Ir. Zasmeli Suhaimi, MP., Isral Naska dan Sudarman.