PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN 2018

Selamat & Sukses Kepada Jurusan dan Program Studi dengan TERAKREDITASI

SELAMAT KEPADA WISUDAWAN/TI SEMOGA ILMU YANG DIPEROLEH BERGUNA BAGI AGAMA,NUSA, DAN BANGSA

ftik

Batusangkar : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar melaksanakan kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 28-29 November 2017 dalam rangka benchmarking dan penandatanganan naskah MoU dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk peningkatan manajemen proses pembelajaran di IAIN Batusangkar.

Kerja sama ini melibatkan 4 Jurusan FTIK IAIN Batusangkar yang langsung dihadiri oleh masing-masing ketua jurusan, Jurusan PAI (Susi Herawati, S.Ag., M.Pd), Jurusan PBA (Dr. Devi Aisyah), Jurusan TBI (Yulnetri, M.Pd), dan Jurusan Fisika (Venny Haris, M.Si). Delegasi ini juga didampingi oleh Wakil Dekan I FTIK IAIN Batusangkar, Dr. Masril, M.Pd.Kons.

Setelah melakaukan kunjungan ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Delegasi IAIN Batusangkar berlanjut berkunjung ke UPI Bandung tanggal 28 November 2017. Di sana masing-masing Ketua Jurusan disambut hangat oleh tuan rumah. Kedatangan Kajur PAI FTIK IAIN Batusangkar diterima oleh Ketua Program Studi Ilmu PAI Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Dr. Aam Abdussalam, M. Pd. Di tempat terpisah, Kajur PBA dan Kajur TBI FTIK IAIN Batusangkar kedatangannya disambut oleh Ketua Departemen PBA dan TBI Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Dr. H. Yayan Nurbayan, M.Ag dan Dr. Hj. Rd. Safrina, M.A. Sementara itu, Kajur Tadris Fisika IAIN Batusangkar diterima oleh Ketua Departemen Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Dr. Dadi Rusdiana, M. Si.

ftik 1

Wakil Dekan I FTIK Dr. Masril, M.Pd., Kons mengatakan pertemuan kedua perguruan tinggi tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak guna untuk peningkatan mutu manajemen proses pembelajaran di perguruan tinggi tersebut.

Hari berikutnya, 29 November 2017 rombongan bertolak menuju UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rombongan disambut oleh Wadek I dan Wadek II FTIK UIN Bandung (Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed. dan Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag), serta Ketua Prodi PAI (Dr. H. Undang Burhanudin, M.Ag), Ketua Prodi PBA (Drs. Aep Saepurrohman, M.Ag), Ketua Prodi TBI (Dr. H. Sajidin, SS., M.Pd), dan Ketua Prodi Tadris Fisika (Endah Kurnia Yuningsih, M.Pfis). Sama halnya dengan UPI Bandung, di kampus ini rombongan juga disambut antusias oleh tuan rumah. Kunjungan ke UIN Bandung diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara FTIK IAIN Batusangkar dengan FTIK UIN Bandung.(vivi ftik)

 

Kunjungan man 2

Kamis, 23 November 2017, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar menerima kunjungan dari MAN Negeri 2 Bukittinggi, Peserta kunjungan ini berjumlah 27 orang siswa yang didampingi oleh 3 orang guru. Kunjungan dimulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB dan dilaksanakan di Gedung Perpustakaan IAIN Batusangkar.

Tujuan kunjungan dari pihak sekolah adalah untuk menambah wawasan dari siswa MAN Negeri 2 Bukittinggi mengenai Institut Agama Islam Negeri Batusangkar dan menumbuhkan minat para siswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Rektor IAIN Batusangkar yang diwakili oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Dr. Sirajur Munir, M.Pd dan Kabag akademik Yarman,S.Ag., MA sangat menyambut baik kunjungan ini dan menggunakannya sebagai sarana promosi IAIN Batusangkar serta memperkenalkan lebih jauh tentang IAIN Batusangkar kepada para murid.

kunjungan man 2 k

Kegiatan yang dilakukan peserta pada saat melakukan kunjungan, dimulai dari sambutan dari Dekan FTIK, penayangan video profil IAIN Batusangkar, sesi tanya jawab sampai dengan melihat langsung apa yang ada di kampus IAIN Batusangkar, Baik Laboratorium, Perpustakaan, Sarana Olah raga, sarana pendidikan dan lain-lain.(dn/hm)

Amin abdullah 1

Program Pascasarjana STAIN Batusangkar hadirkan para pakar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) melalui seminar Nasional, dengan tema “Kurikulum Integratif Berbasis KKNI Bidang Studi Keislamam Pada Pendidikan Menengah Dan Tinggi (Kajian Filosofis dan Implementatif Kurikulum 2013 dan Kurikulum PTKI)”.

KKNI menuntut proses pendidikan Perguruan Tinggi Islam untuk menginternalisasikan dan mengakumulasikan ilmu pengetahuan (science), pengetahuan (knowledge), pengetahuan praktis (know-how), keterampilan (skills), afeksi (affection), kompetensi (competency) bagi mahasiswanya.

Dikatakan Ketua STAIN Batusangkar di dampinggi Waket Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Desmita menyebutkan KKNI memberikan arahan konkrit bagi STAIN Batusangkar untuk membangun kurikulum yang semakin mengantarkan mahasiswanya untuk mempunyai kompetensi yang unggul dan berdaya saing dalam dunia kerja sekaligus memiliki integritas pribadi yang mumpuni.

Amin abdullah 2

Lebih lanjut, ia menjelaskan sesuai dengan Peraturan Presiden no.8 Tahun 2012, tentang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi berbasis kompetensi mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), ialah kerangka penjejangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan,dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan serta program peningkatan SDM secara nasional.

Seminar pengembangan kurikulum ini merupakan kegiatan yang efektif. Agar semakin menguatkan komitmen civitas akademika STAIN Batusangkar dan menghasilkan rencana tindak lanjut terhadap kurikulum yang berlandaskan KKNI.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana STAIN Batusangkar Dr. H.Syukri Iska, M.Ag menyampaikan seminar nasional yang berbasis KKNI ini bertujuan agar menemukan arah dan konsep yang konkrit dalam pengembangan kurikulum Program Studi Pascasarjana STAIN Batusangkar yang terinternalisasi, integratif, dan interkonektif menuju Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Amin abdullah 3

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah salah satu rujukan nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing bangsa Indonesia di sektor sumber daya manusia. Oleh sebab itu, “Pascasarjana STAIN Batusangkar melalui seminar Nasional ini dan mengundang Para Dosen, Mahasiswa Pascasarjana,Sarjana dan guru se-Kabupaten Tanah Datar untuk membahas nantinya kurikulum yang berbasis KKNI, sehingga kita bisa meningkatkan mutu dan daya saing bangsa Indonesia di sektor daya manusia.” Tegas Syukri Iska.

Para pakar yang hadir pada Seminar Nasional yakni Prof. Dr. Amin Abdullah,M.A membahas tentang “Kajian Filosofis Kurikulum Integratif Berbasis KKNI” dan Prof.Dr.Sutrisno,M.Ag mengkaji “Format Kurikulum Integratif berbasis KKNI (Setting Kurikulum 2013 dan Kurikulum PTKIN)”

Lulusan STAIN Batusangkar tidak hanya akan menghadapi tantangan-tantangan perubahan sosial yang memerlukan kecerdasan tentang nilai-nilai yang bersumber dari ilmu-ilmu keislaman dan ke Indonesiaan, tetapi juga tantangan-tantangan ekonomi yang menuntut mahasiswa untuk mempunyai kecakapan professional yang unggul yang diperlukan oleh pasar kerja.

Kunjungan Malaysia Kelantan 1

Humas_IAIN Batusangkar,Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar menjadi perguruan tinggi favorit bagi pelajar Wanita terbaik dari Kerajaan Kelantan. Rombongan disambut lansung oleh Pimpinan IAIN Batusangkar Dr.H.Kasmuri, MA melalui Wakil Pimpinan Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dra. Desmita,M.Si, Wakil Pimpinan Bidang Adminitrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Marjoni Imamora, M.Sc, Wakil Pimpinan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Rizal MA beserta Dharma wanita IAIN Batusangkar di Ruang Auditorium IAIN Batusangkar.

Dikatakan Wakil Pimpinan Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Desmita, selamat datang kepada YB Hajjah Mumtaz Md Nawi serta Pelajar Pusat Pembangunan Wanita Kelantan (PPWK) Terbaik di IAIN Batusangkar. Semoga Silaturrahmi dan diskusi nantinya bisa saling bertukar pikiran. selain itu, di IAIN kami juga memiliki Kelompok Dharma wanita dan kegiatan ekstrakulikuler bagi mahasiswa seperti manjahit, menyulam dan kelompok studi tentang kajian kewanitaan menurut islam” tegasnya

Kunjungan Malaysia Kelantan 2

Sementara itu, Ketua Dharma wanita (DW) IAIN Batusangkar Ros Kamuri menyampaikan terima kasih kepada Puan-puan dari malaysia yang berkunjung di IAIN. Ia menjelaskan sekilas tetang Dharma wanita IAIN. “Di DW kami juga memiliki beberapa kegiatan kewanitaan seperti menjahit dll, serta mendatangkan narasumber untuk saling berdiskusi, yang mengkaji tentang peran dan tanggung jawab wanita dalam islam dan kajian-kajian islam lainnya.” Ujarnya

Lebih lanjut, YB Hajjah Mumtaz Md Nawi, Exco Kerajaan Negeri Kelantan selaku ketua Rombongan PPWK Malaysia mengatakan kami tidak menyangka sambutan yang bergitu hangat dari seluruh civitas akademika IAIN Batusangkar. Selain itu, daya tarik tersendiri di IAIN Batusangkar juga ada kelompok Dharma Wanitanya serta menyediakan kegiatann ekstrakulikuler pada mahasiswa yang berminat dalam dunia menjahit, menyulam dll” jelas YB Hajjah Mumtaz Md Nawi.

Kunjungan Malaysia Kelantan 3

YB Hajjah Mumtaz Md Nawi berharap semoga dengan kunjungan kami hari ini ke IAIN Batusangkar dapat mempererat Silaturrahmi. Ia menjelaskan sekilas profil singkat mengenai Pelajar Pusat Pembangunan Wanita Kelantan (PPWK) Terbaik Malaysia dan dilanjutkan dengan acara dialog” ucap Hajjah Mumtaz saat menutup sambutannya. (hms/sri)

Meyda Syafira 1

STAIN Batusangkar, Artis Meyda Safira yang terkenal di kalangan selebritis dan juga penulis hadir di STAIN Batusangkar, memberikan motivasi bagi mahasiswa dalam acara Talk Show muslimah yang diangkatkan Lembaga Dakwah Kampus Ruhul Jadid STAIN Kampus.

Talk show Muslimah ini menjadi momen bagi mahasiswi STAIN Batusangkar sehingga dapat belajar menjadi sosok yang cantik luar-dalam. Sesuai dengan tema yang di usungUnggul Intelektual, Anggun Spiritual menjadi muslimah ideal dan profesional”

Dikatakan, Ketua STAIN Batusangkar Kasmuri melalui Wakil Ketua Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Desmita menyebutkan selamat datang Meyda Safira di kampus Mini kami STAIN Batusangkar. Ia berharap kepada seluruh muslimah Mahasiswa STAIN Bausangkar agar menjadi figur yang cantik luar-dalam, maksudnya seorang muslimah tidak hanya dinilai dari penampilan dan akhlaknya, tetapi juga wawasannya. “sehingga kita bisa menjadi sosok yang Unggul Intelektual, Anggun Spiritual menjadi muslimah ideal dan profesional” Tegas Desmita, di Batusangkar.

Meyda Syafira 2

Lebih lanjut, Elvina Yeti selaku pembina lembaga dakwah kampus menyampaikan kita semua berharap dengan adanya talk show yang di sampaikan oleh motivator islami kita Meyda Safira nanti, bisa memberikan motivasi kepada kita semua bagaimana menjadi seorang publik figur yang unggul, ideal dan profesional serta membangkitkan semangat kita yang berkiprah di dunia luar sebagai seorang muslimah.

Sementara itu, Meyda Safira yang sebagaiseorang aktris dan motivator islami yang sudah membintangi berbagai film yakni Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, Cinta Suci Zahrana, Dalam Mihrab Cinta dan sinetron Ketika Cinta Bertasbih Series TV. Wanita yang terkenal dengan peran Husna pada film Ketika Cinta Bertasbih ini tampil anggun berbusana muslimah saat menjadi Pembicara Talk Show di STAIN Batusangkar.

Meyda Syafira 3

Meyda dalam talk show menyampaikan muslimah harus rajin membaca, muslimah harus cerdas sehingga melahirkan generasi-generasi unggul Inteketual, anggun spiritual dan menjadi muslimah ideal dan profesional, Meyda juga menyinggung tentang pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman, "Ilmu tanpa iman atau sebaliknya iman tanpa ilmu. Keduanya tidak akan berguna" Tuturnya saat berbicara dihadapan sekitar Ratusan muslimah yang hadir di Auditorium STAIN Batusangkar.(Humas/Sy)