BATUSANGKAR INTERNATIONAL CONFERENCE 2ND, THEME " ISLAMIC ECONOMIC DEVELOPMENT: OPPORTUNITIES AND CHALLENGES IN GLOBAL ECONOMIC COMPETITION", OCTOBER 14-15, 2017
CLICK HERE FOR MORE INFORMATION...

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-72, "INDONESIA KERJA BERSAMA"

peresmian2.1

Batusangkar, (Antara Sumbar) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan IAIN Batusangkar setelah berubah status dari STAIN Batusangkar sejak keluar Perpres Nomor 147 tahun 2015 pada 23 Desember 2015.

Peresmian yang sekaligus Milad I IAIN Batusangkar itu disaksikan Anggota DPR RI Betty Shadiq Pasadigoe, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Salman K Memed, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, dan Rektor IAIN Batusangkar Kasmuri, di kampus setempat, Rabu.

Menag mengharapkan dengan perubahan status tersebut IAIN Batusangkar dapat menerapkan sistem pendidikan berkarakter yang telah dicanangkan pemerintah kepada mahasiswanya sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"IAIN Batusangkar hendaknya mampu menghasilkan lulusan yang memiliki intelektual tinggi, modern sekaligus berkarakter dengan nilai-nilai akhlak yang mulia dan religius," katanya.

Pada kesempatan itu, Menag juga menyampaikan orasi ilmiah dengan tema membangun perguruan tinggi berkearifan lokal, bereputasi global.

Sementara itu, Rektor IAIN Batusangkar Kasmuri mengatakan visi dan misi kampusnya yakni menjadikan keilmuan yang integratif dan interkonektif, berkearifan lokal dan bereputasi global," tuturnya.

"Ilmu yang berintegrasi tersebut bukan hanya sekedar mencarikan ayat atau hadist yang relevan dengan materi pelajaran, melainkan sebagai landasan filosofi keilmuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya.

Ia menyebutkan sebagian besar masyarakat masih sulit melepaskan diri dari pemikiran dikotomi ilmu pengetahuan antara ilmu agama dan ilmu umum.

"Namun pada hakekatnya kedua ilmu tersebut merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan," katanya. (*)