BIC IV Pascasarjana IAIN Batusangkar Kaji Peradaban Islam Modern di Era Digitalisasi
BIC-IV akan digelar Pascasarjana IAIN Batusangkar pada 14 s.d 15 Oktober 2019.

By Doni Okta 11 Okt 2019, 14:35:28 WIB Akademik
BIC IV Pascasarjana IAIN Batusangkar Kaji Peradaban Islam Modern di Era Digitalisasi

Keterangan Gambar : Foto Pimpinan Pascasarjana IAIN Batusangkar


Tanah Datar- Batusangkar International Conference (BIC) IV atau Konferensi Internasional Batusangkar yang digelar Pascasarjana IAIN Batusangkar pada 14 dan 15 Oktober 2019 akan mengkaji peradaban Islam modern di era digitalisasi.
Direktur Pascasarjana IAIN Batusangkar, Dr. Syukri Iska, M.Ag di Batusangkar, mengatakan, BIC-4 ini mengusung tema "Building Modern Islamic Civilization Through 4.0 Industrial Revolution and 5.0 Society Era", peserta konferensi akan mengupas tentang cara umat Islam berkontribusi nyata di era digitalisasi sebagai bentuk mewujudkan peradaban modern yang lebih manusia dan damai.
Konferensi yang digelar setiap tahun ini diharapkan mampu menghasilkan konsep Islam dalam menghadapi era digitalisasi dan mampu merumuskan kebutuhan umat Islam, kegiatan ini berkolaborasi dengan Organisasi “Himpunan Ilmuan dan Sarjana Syariah Islam” (HISSI) Sumatera Barat yang juga di nahkodai oleh Dr. Syukri Iska, M.Ag, mengingat kesamaan program dan visi HISSI sumbar, karna tantangan hari ini dengan kecanggihan sistem informasi yang semakin terbuka dan banyaknya masyarakat yang melek persoalan teknologi, baik secara khusus dan secara umum, sehingga membuat munculnya pemikiran-pemikiran dan tulisan-tulisan di media social viral dan sulit di pertanggung jawabkan akan teknologi informasi yang berdampak luas.
“Transformasi digital telah mengubah berbagai kebiasaan dan tatacara kehidupan masyarakat, dengan itu tidak bisa dihindari instrumen aktifitas masyarakat dengan berbagai kemajuan teknologi informasi, terutama tingkat aksi kehidupan manusia secara tradisional atau manual, dengan kemajuan teknologi terbesut begitu cepat beralih mengunakan media online, akibat itu semua nyaris nilai-nilai moral dan akhlak dalam kehidupan tersudutkan”.
Lebih lanjut Syukri menghadapi tantangan tersebut ini semua diperlukan usaha yang komprehensif dalam kajian perspektif Islam yang guna membangun peradaban Islam modern di era digitalisasi.
BIC-IV 2019 ini akan mengundang pembicara utama (Keynote Speaker) Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai. ”ucap syukri”
Sejumlah subtema akan dibahas/dikaji secara spesifik oleh Plenary Speaker, “Philosophycal Concept of Psychospiritual in 4.0 Industrial Revolution and 5.0 Society Era” oleh Prof.  Dr. Che’ Zarrina Saary dari Malaysia, “Quranic Perspective in Creating Work Etic in 4.0 Industrial Revolution and 5.0 Society Era” oleh Prof. Dr. Hasan Zaini, M.A dari Indonesia, “Industry 4.0 for What?: Higher Education in the Era of Hyperdigitalization“ oleh Sulfikar Amir, Ph.D dari Singapore, “Islamic Financial System in 4.0 Industrial Revolution and 5.0 Society Era“ oleh Dr. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP. dari Indonesia dan “Contemporary Islamic Law in 4.0 Industrial Revolution and 5.0 Society Era“ oleh Dr. Aly Abdelmoneim Abdelwanis dari Mesir.

Salain itu dalam konferensi ini ada penyajian pemakalah dengan Sistem Paralel, yang telah menyatakan akan hadir sebanyak 42 orang, baik datang dari dalam maupun luar IAIN Batusangkar, seperti provinsi Pontianak, Kendari, Manado, Aceh, Jambi, Palembang dan Lampung, dan keseluruhan nya 300 orang, baik Keynote Speaker, Plenary Speaker, Speaker Paralel and Participan. “tutup Syukri”
Sementara itu terpisah Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, M.A mengatakan mendukung penuh Batusangkar International Conference (BIC IV) karena kegiatan ini sagat penting dan strategis, dikarenakan dengan beragam perubahan besar pada saat ini, seperti era revolusi industri (Industri 4.0) dan akan menghadapi (Society  5.0) Melalui konsep ini bisa membuka peluang kita menghadapinya, dan yang lebih penting kewajiban perguruan tinggi untuk menyiapkan generasi milenial menjadi yang kompetitif dan produktif. Dan juga akan capaian sasaran visi IAIN Batusangkar, yakni “Integratif Dan Interkonektif Dalam Keilmuan, Berkearifan Lokal, Bereputasi Global.”ucap kasmuri”(dn/hm)