DOSEN IAIN BATUSANGKAR KRITISI HASIL SURVEY LIBERTE INSTITUTE

By Doni Okta 29 Okt 2019, 14:16:10 WIB Akademik
DOSEN IAIN BATUSANGKAR KRITISI HASIL SURVEY LIBERTE INSTITUTE

Keterangan Gambar : Foto Dosen IAIN Batusangkar dalam paparan hasil Surve


Batusangkar, 19 Oktober 2019. Dosen IAIN Batusangkar  Irwan Malin Basa, M.Pd yang dikenal cukup kritis menganalisis persoalan daerah diundang sebagai pembanding makalah pada acara Expose dari sebuah Lembaga Survey yang sangat terpercaya dan sudah berpengalaman Liberte Institute ketika merilis hasil survey mereka terhadap kondisi perpolitikan di Tanah Datar untuk Pilkada tahun 2020.  Acara yang digelar pada hari Sabtu tgl 19 Oktober 2019 di Hotel Pagaruyung Batusangkar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan mulai dari politisi, OKP, pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat serta ketua-ketua partai politik.  Dalam eksposnya, Direktur Liberte Institute Indrayadi, M.Si menyatakan bahwa survey ini sudah dilakukan pada awal bulan Oktober yang lalu dengan jumlah responden sebanyak 400 orang yang tersebar di seluruh kecamatan dan nagari yang ada di tanah Datar.  Dan sudah ada pula dua lembaga survey yang melakukan terlebih dahulu dengan jumlah responden yang lebih besar.
Dalam rilis tersebut disampaikan bahwa Bupati incumbent Drs. Irdinansyah Tarmizi memiliki keunggulan dari berbagai sisi namun angkanya tidak lebih dari 50%.  Sementara itu Wakil Bupati incumbent Zuldafri Darma juga memiliki perolehan potensi popularitas namun berada dibawah posisi Bupati.  Sedangkan yang menarik dari survey ini adalah terjaring nama Betty Shadiq Pasadigoe yang juga mantan anggota DPR RI yang berencana terjun ke Pilkada Tanah Datar memiliki rating yang cukup bagus. Namun survey ini tidak menampilkan pasangan atau wakil bupati untuk masing-masing calon.  

Irwan Malin Basa yang juga kandidat doktor dari sebuah perguruan tinggi ternama ini mengatakan bahwa memang incumbent memiliki beberapa kelebihan tetapi bukan berarti incumbent tidak memiliki kekurangan. Semua calon yang mendaftar memiliki potensi yang hampir sama karena masa tahapan pilkada masih ada sekitar setahun lagi sampai ke pemungutan suara.  “Ini adalah survey awal,” tambahnya.  Jika tidak ada calon yang lain yang lebih unggul maka selesai sudah lah Pilkada Tanah Datar yaitu pemenangnya tidak akan jauh dari yang bertiga diatas.”
Ada anomali atau keganjilan yang terjadi di tengah masyarakat Tanah Datar hari ini bahwa pilihan mereka mungkin akan berpindah kepada yang lain jika Pilkada dilakukan nanti.  Ada sebanyak 59,7% potensi pemilih yang akan beralih pilihan mereka.  Tentu ini adalah sebuah harapan bagi calon yang akan berlaga nantinya.
“Harapan kita semua tentu Pilkada Tanah Datar nantinya dapat menghasilkan pimpinan daerah yang berkualitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanah Datar serta memajukan daerah ini” tutup irwan ketika diwawancarai oleh berbagai media seusai acara.(hm/dn)