Dosen IAIN Batusangkar Ulang Arah Kiblat Mesjid Ishlah Pariangan
Dosen Ilmu Falak (IAIN) Batusangkar Nailurrahmi, M.Ag

By Doni Okta 24 Mar 2020, 08:54:07 WIB Penelitian dan Pengabdian
Dosen IAIN Batusangkar Ulang Arah Kiblat Mesjid Ishlah Pariangan

Keterangan Gambar : Pencari Arah Kiblat Mesjid Ishlah Pariangan


Batusangkar, Dosen Ilmu Falak Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Nailurrahmi, M.Ag lakukan pengukuran kembali arah kiblat mesjid Ishlah Pariangan, ini permintaan khusus dari pengurus masjid tersebut pada hari Sabtu, 21 Maret 2020.

Pengukuran arah kiblat mesjid Ishlah Pariangan dihairi puluhan anggota masyarakat dari berbagai kalangan dan turut hadir jajaran pengurus mesjid, Ninik mamak, pemuda dan remaja mesjid setempat, ini dilakukan karena adanya permintaan dari masyarakat meskipun sudah pernah diukur beberapa tahun yang lalu. “ucap salah satu pengurus Masjid”

“Dahulu pernah diukur oleh tim dari Kemenag Tanah Datar dengan metode MAK (Matahari diatas Ka’bah)” tutur salah seorang Ninik mamak yang menyaksikan pengukuran dahulu”

Nailurrahmi menjelaskan bahwa metode MAK tersebut juga boleh digunakan karena memang matahari diatas Ka’bah ada masa nya dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan Juli, namun metode ini memiliki sedikit kelemahan karena ketelitian dan ketepatan waktu ketika akan mengambil titik pengukuran bayangan tersebut mempengaruhi hasil pengukuran.

“Dosen yang produktif menulis ini sudah melakukan pengukuran arah kiblat di ratusan mesjid di Sumatera Barat. Beliau juga seorang yang ahli dalam perhitungan dan pembuatan imsakiyah setiap tahun”

Hasil pengukuran di mesjid Ishlah Pariangan ini menggeser arah kiblat sepanjang dua derajat dari semula karena menggunakan GPS, Pencari Arah Kiblat, Busur dan Segitiga Arah Kiblat. “Pergeseran dua derajat tersebut berarti ada arah yang bergeser sepanjang 220 KM karena satu derajat di GPS setara dengan 110 KM” ujar Nailurrahmi. 

Masyarakat Pariangan sangat puas dengan hasil ini karena bisa ikut langsung pengukuran tersebut serta disediakan waktu untuk berdiskusi setelah acara pengukuran selesai.

Ketua Pengurus mesjid Ishlah Pariangan Suherdi, S.Ag dan bendahara A. Dt. Rajo Panghulu adalah dua figur pengurus mesjid yang inovatif dan responsif terhadap usulan masyarakat. Pengukuran ini dilakukan kembali karena ada permintaan dari beberapa anggota masyarakat dan tikar mesjid Ishlah Pariangan ini akan diperbaharui semuanya. Kata mereka.

Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA, ini bagaian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama kita di IAIN Batusangkar, salah satunya Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, tentunya ini bagian kepedulian kita Perguruan Tinggi Islam terhadap masyarakat.

Mudah-mudahan yang dilakukan oleh salah satu dosen Ilmu Falak kita akan memberikan arti pentingnya arah kiblat bagi ibadah shalat umat muslim, ini sudah disepakati para Imam Madzab; Imam Syafi'i, Imam Hanafi, Imam Maliki, dan Imam Hambali yang mengatakan bahwa menghadap kiblat adalah sarat sahnya shalat. Maka bisa ditarik kesimpulan, jika syarat ini tidak terpenuhi maka shalat seorang muslim tidak dikatakan sah dan harus mengulang, terkecuali pada kasus-kasus tertentu semisal shalat di dalam kendaraan, shalat khauf (shalat dalam perang), serta hal-hal yang menyulitkan seseorang untuk mengetahui posisi kiblat. “tutup Kasmuri”(hm/dn/imb)