FUAD IAIN Batusangkar Lakukan Peninjauan dan Evaluasi Kurikulum 6 Program Studi

By Doni Okta 09 Apr 2019, 11:21:24 WIB Akademik
FUAD IAIN Batusangkar Lakukan Peninjauan dan Evaluasi Kurikulum 6 Program Studi

Pekanbaru, 04/04/2019. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar lakukan peninjauan Kurikulum di Hotel Grand Zuri Pekanbaru dalam rangka optimalisasi kurikulum berbasis KKNI sekaligus penandatanganan MoA dengan tiga Fakultas yang ada di UIN SUSKA Riau yakni Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin, dan Fakultas Psikologi. Kegiatan ini di buka langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar Dr. H. Kasmuri, MA dan dihadiri oleh Dekan masing-masing fakultas beserta jajaran. Dalam sambutannya Kasmuri menyatakan bahwa dalam hal ini IAIN Batusangkar cukup berani dalam membuat Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah menjadi satu fakultas yang dipimpin oleh satu dekan saja. Namun harus ada kerja keras yang melibatkan segala civitas akademika salah satunya dengan meningkatkan kualitas kurikulum yang ada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar. Menurut Kasmuri sebenarnya tidak perlu SKS yang terlalu banyak dalam suatu prodi, kita harus bisa menyeleksi beberapa matakuliah yang dianggap unggul dan bisa menjadi icon dalam prodi yang ada di Fakultas.

Hal serupa disampaikan oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar Dr. Adripen, M.Pd, bahwa Kurikulum merupakan jantungnya suatu program studi. Suksesnya suatu program studi tergantung bagaimana cara institusi menyusun kurikulum. Kurikulum sarjana di Indonesia pada umumnya berjumlah 144-160 SKS, namun kita tidak perlu berpedoman kepada jumlah SKS maksimal, kita cukup mengambil jalan tengah dengan memilih matakuliah inti sesuai dengan learning outcomes dan sisanya di integrasikan kepada matakuliah yang ada di institusi maupun fakultas.
Kegiatan Workshop yang bertema ”Optimalisasi dan Penguatan Kurikulum Berbasis KKNI” mendatangkan narasumber Prof. Dr. Khairunnas Rajab, MA. Dalam paparannya Posisi Kurikulum Indonesia dibandingkan Negara tetangga Malaysia, Singapura, dan Thailand masih jauh tertinggal karena Kurikulum perguruan tinggi yang kita rancang masih belum tepat sasaran. Jika di bandingkan perguruan tinggi kita dengan yang ada diluar sana ternyata masih belum bisa menggambarkan apa yang menjadi ciri dalam perguruan tinggi, ini adalah kelemahan yang tidak bisa dibiarkan terlalu lama, ujar khairunnas. Sebuah Institusi harus bisa menggambarkan apa yang menjadi ciri khas bagi setiap program studi yang tertuang dalam matakuliah unggulannya, maka setelah matakuliah disusun dalam suatu kurikulum yang sistematis atau melalui mapping matakuliah tiap semesternya kita dapat mengkasifikasikan mana matakuliah yang terintegrasi dengan institusi dan mana matakuliah terintegrasi dengan beberapa prodi yang ada dalam fakultas.
Dalam kegiatan ini ada 6 Program Studi pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Batusangkar yang akan ditinjau diantaranya Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Psikologi Islam, Ilmu Pepustakaan dan Informasi Islam, Pengembangan Masyarakat Islam dan Pemikiran Politik Islam. Setiap tim utusan keenam program studi bertugas mentelaah kembali kurikulum yang dikomentari oleh masing-masing reviewer, menyatukan konsep, dan menyusun matakuliah kembali sesuai dengan bobot dan learning outcomes. Hasil revisi kurikulum kemudian di plenokan dan akan diberlakukan untuk 5 tahun kedepan.(Fika)