Humas IAIN Batusangkar Ikuti FGD Ditjen Pendidikan Islam

By Doni Okta 18 Okt 2018, 11:48:47 WIB Akademik
Humas IAIN Batusangkar Ikuti FGD Ditjen Pendidikan Islam

Keterangan Gambar : Focus Group Discussion (FGD) Humas PTKIN Se-Indonesia


JAKARTA, Humas IAIN Batusangkar berkesempatan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dengan humas Publikasi Pendidikan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Hotel Golden Tulip Passer Baroe, Jl. Pintu Air V No.53, Pasar Baru, Sawah Besar Jakarta Pusat.

Sebanyak 50 peserta dari kalangan Humas PTKIN se-Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag RI, Dr. Imam Syafe’i membuka secara resmi acara yang berlangsung pada 17 s.d 18 Oktober 2018.

Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag RI, Dr. Imam Syafi’e mengungkapkan lembaga pendidikan yang unggul yang memiliki kekhasan atau image maupun branding yang dapat ditonjolkan dan dikenal oleh masyarakat luas. Bangunlah branding atau trademark pada institusi masing-masing. “Tugas bapak-ibu sekalian mengekspose dan memperkenalkan branding yang dibangun pada institusi masing-masing. Pekerjaan Humas dituntut untuk profesional dan memoles branding atau trademark yang menonjol di masyarakat. Untuk menciptakan branding yang baik diperlukan kerjasama dan fokus yang baik dari semua pihak, mulai dari petugas kebersihan, satpam, hingga rektor.” jelasnya.

Ia pun menambahkan Kegiatan kali ini merupakan perwujudan bagian dari usaha untuk menciptakan branding yang unggul. “Teknologi semakin hari semakin berkembang. Begitu juga tuntutan dan tantangan ke depan juga semakin kompleks. Oleh karenanya Humas harus menciptakan peluang dan kreatifitas agar tidak ketinggalan zaman.” ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia pun berpesan kepada setiap peserta yang hadir bahwa ada tiga prinsip yang selalu menjadi perhatiannya yaitu, the best, the first, dan different. “Lakukan program terbaik untuk kemajuan dan perkembangan suatu lembaga. Jadilah sebagai orang yang pertama menggagas suatu hal yang berbeda walaupun belum populer. Jadikan semua itu sebagai bentuk ikhtiar maksimal dalam rangka membangun branding yang kuat.” terangnya.(hm/dn)