PIONIR IX Resmi di Buka, IAIN Batusangkar Siap Berlaga
PIONIR Resmi di buka oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin

By Doni Okta 16 Jul 2019, 16:18:35 WIB Kemahasiswaan
PIONIR IX Resmi di Buka, IAIN Batusangkar Siap Berlaga

Keterangan Gambar : Kontingen PIONIR IAIN Batusangkar


Senin (15/07/2019) Malang- Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR)IX tahun 2019 yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang Resmi di buka oleh Menteri Agama Republik Indonesia  Lukman Hakim Saifuddin dengan  mengusung motto “spirit of unity”  dan akan berlangsung mulai dari 15 Juli s.d 21 Juli 2019.
Ketua Panitia Rektor UIN Maliki, Abdul Haris melaporkan bahwa 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yang terdiri dari 3992 Peserta lomba, dan 704 official, dengan 38 cabang perlombaan dan pertandingan. IAIN Batusangkar juga turut memeeriahkan ajang dua tahunan ini dengan mengirimkan 30  peserta 8 official dan 1 pimpinan kontingen dengan 21 cabang yang diikuti.
Kamaruddin Amin (Direktorat Jenderal Pendidikan Islam) dalam sambutannya memotivasi seluruh peserta untuk dapat menangkap momen dan mengambil manfaat dari acara ini.
“PIONIR sebagai ajang menyeimbangkan otak kanan dan kiri, saya berharap munculnya para peneliti, olahragawan, budayawan, seniman yang dapat bersaing di kancah nasional dan internasional.
Beliau juag berpesan“Ikutilah perlombaan dengan sportif. Menjadi juara memang penting, namun menjaga kejujuran dan akhlaqul karimah lebih utama” tutupnya.
Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa PIONIR dapat menjadi wadah bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual, seniman, olahragawan serta budayawan  dalam menjalin ukhwah islamiyah dan wathaniyah.
“PIONIR diharapkan menjadi cara kita menyulam kembali ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Melalui PIONIR kita ingin melahirkan sang bintang dan sang juara,” tuturnya
“Kita Buktikan pada Dunia bahwa Mahasiswa PTKI adalah anak bangsa yang punya prestasi. Dari PTKI untuk NKRI”terangnya
Diakhir sambutanya Menteri Agama mengajak seluruh kontingen untuk merenung 3 hal.
‘Pertama; Kita berhenti berolahraga karena tak bertenaga, atau kita tak bertenaga karena berhenti berolahraga, kedua; kita tak lagi berkesenian karena merasa tak punya waktu, ataukah kita menjadi tak punya waktu karena tak berkesenian, ketiga kita tak lagi kreatif dan inovatif karena tidak lagi melakukan riset, ataukah kita menjadi malas meneliti karena sudah tak lagi kreatif dan inovatif”. pungkasnya
Rektor Institut Agama Islam Negeri Batusangkar Dr. H. Kasmuri. MA yang turut hadir dalam acara pembukaan menyampaikan pesan kepada kontingen supaya tetap semangat dan menjaga sportifitas dalam pertandingan dan perlombaan.
"Kita tidak menargetkan berapa banyak medali yang harus di bawa pulang, yang terpenting anda memberikan yang terbaik dengan mengedepankan sportifitas, membuktikan anda semua memiliki potensi dan kemampuan yang terbaik, disertai dengan do'a semoga diberikan kemudahan dalam menghadapi pertandingan. Insya Allah kita akan meraih kemenangan", tutup Rektor. (hm/dn)