Tingkatkan Kualitas Pembina, IAIN Batusangkar Siapkan Mahasiswa Unggul
LK Harus Mempedomani 5 Arah Kebijakan Rektor

By Doni Okta 28 Feb 2021, 11:30:00 WIB Kemahasiswaan
Tingkatkan Kualitas Pembina, IAIN Batusangkar Siapkan Mahasiswa Unggul

Keterangan Gambar : Rektor IAIN Batusangkar Sampaikan 5 Arah Kebijakan.


Padang, Seluruh sivitas akademika IAIN Batusangkar bertekad menjadikan mahasiswa sebagai kader kader bangsa yang unggul. Berbagai terobosan dilakukan oleh pembina lembaga kemahasiswaan seperti dilaksanakan nya Workshop Leadership untuk pimpinan lembaga kemahasiswaan di Padang, 25 s/d 27 Februari 2021.

Tujuan pembentukan karakter bagi mahasiswa agar menjadi kaum terpelajar serta menjadi garda terdepan dalam sebuah organisasi. Juga pencapaian prestasi yang bisa menjadi tolak ukur bagi setiap mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar yang sebentar lagi akan menjadi UIN Batusangkar.

Dalam pembinaan di setiap lembaga kemahasiswaan Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. menekankan kegiatan kemahasiswaan tidak bisa lagi dilakukan tanpa arah. Dia berharap semua Pembina Lembaga kemahasiswaan harus mempedomani 5 arah kebijakan rektor, terutama di didang kemahasiswaan.

Hal ini disampaikan Marjoni Imamora dalam Workshop Leadership bagi pembina lembaga kemahasiswaan IAIN Batusangakar, dengan mengambil tema “Building Innovative and Collaborative Team Pembina Lembaga Kemahasiswaan IAIN Batusangkar” yang diadakan Rocky Plaza Hotel Padang.

“Arah kebijakan rektor di bidang kemahasiswaan antara lain, pertama, pembinaan life skill, softskill, kewirausahaan dan kepemimpinan mahasiswa. Kedua, peningkatan publikasi karya ilmiah mahasiswa secara cetak dan online. Ketiga, pertemuan dan pemberdayaan alumni serta penyiapan ke dunia kerja. Keempat, terwujudnya tracer study dan yang kelima adalah peningkatan prestasi mahasiswa baik lokal, regional, nasional dan internasional,“ ucap Marjoni.

Sementara itu Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Sirajul Munir, M.Pd mengatakan untuk mengawal mahasiswa dalam mendapatkan prestasi nasional bahkan internasional, serta pembentukan karakter yang Islami butuh kerja keras dan kebersamaan.

Tentu kerja keras ini butuh rancangan dan disain oleh para Pembina Lembaga kemahasiswaan bersama mahasiswa tentunya. Ingat, harga diri mahasiswa terletak pada karakter dan prestasi, sedangkan harga diri institusi terletak pada Akreditasi dan Publikasi.

“Perlu terobosan dalam upaya menggerakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan agar mampu melahirkan berbagai produktivitas kerja sehingga mampu meningkatkan kualitas individu mahasiswa secara mandiri, kelompok, dan menberikan pengaruh yang besar terhadap prestasi Institusi“harap Munir.(dn/hm)